Senin, 28 April 2014

BUDIDAYA SEDERHANA BUAH LECI

CARA BUDIDAYA BUAH LECI

Lahan yang akan digunakan untuk
budi daya tanaman leci perlu
disiapkan sebaik-baiknya. Tanah
diolah secara keseluruhan dengan
cara dibajak atau dicangkul
sedalam 30 cm. Namun, pada
tanah yang subur dapat langsung
dibuat lubang tanam untuk
menghemat biaya tenaga kerja.
Ukuran lubang tanam adalah 60
cm x 60 cm x 60 cm dengan jarak
antar lubang 10 m x 12 m atau 12
m x 14 m atau 10-12 m x 12-14 m.
Membuat lubang tanam sebaiknya
dilakukan pada awal musim hujan
atau 2-4 minggu menjelang tanam.
Pembuatan lubang tanam dilakukan
dengan cara sebagai berikut.
Buat lubang
dengan ukuran 60
cm x 60 cm x 30
cm. Tanah lapisan
atas diletakkan
di tempat yang
terkena sinar
matahari pagi.
Lubang
diperdalam hingga
berukuran 60 cm
x 60 cm x 60 Cm.
Tanah lapisan
bawah diletakkan
di tempat yang
terkena sinar
matahari siang
terpisah dari
tempat timbunan
tanah lapisan
atas.
Lubang tanam
dikering anginkan
selama ± 2 minggu
agar gas-gas
beracun dalam
tanah menguap.
Tanah galian
lapisan bawah
dimasukkan
kembali ke
tempat asal atau
dasar lubang.
Tanah galian
lapisan atas
dicampur dengan
pupuk kandang
matang sebanyak
20-40 kg, 1/2 Kg
urea dan kapur
pertanian 4 kg
per lubang
tanam, kemudian
dimasukkan
kembali ke lubang tanah.

* PEMILIHAN BIBIT BUAH LECI *

Bibit leci yang balk adalah bibit
yang berumur 1-1.5 tahun, memiliki
pertumbuhan sehat dan normal,
Berta berukuran seragam. Sebulan
sebelum tanam sebaiknya bibit
diadaptasikan terlebih dahulu di
sekitar lokasi kebun agar dapat
menyesuaikan diri dengan
lingkungan setempat.
Kebutuhan bibit leci per satuan
luas lahan tergantung pada jarak
tanam dan kesuburan tanah.
Untuk lahan seluas satu hektar
dengan jarak tanam 14 m x 14 m
atau 12 m x 12 m dibutuhkan
bibit Ieci berkisar 50-70 batang.
Waktu tanam yang paling baik
adalah pada awal musim hujan.
Meskipun demikian, di daerah-
daerah yang cukup air dapat
dilakukan penanaman setiap waktu
atau musim.

* PROSES PENANAMAN *

Proses penanaman bibit leci
adalah sebagai berikut.
Media tanam
dalam polibag
yang berisi bibit
leci disiram
dengan air bersih
hingga cukup
basah (lembap),
kemudian polibag
disobek untuk
mengeluarkan
bibit bersama
akar dan
medianya.
Bibit tanaman
Ieci ditanam
tepat di tengah
lubang tanam.
Tanah di sekitar
pangkal batang
bibit ditekan
atau dipadatkan
pelan-pelan.
Tanah di
sekeliling pangkal
batang bibit leci
disiram dengan
air bersih hingga
cukup basah atau
lembap.
Ajir setinggi
50-150 cm
ditancapkan
dekat pangkal
batang sebagai
penopang bibit
leci agar tidak
mudah rebah
diterpa angin.

* PENYIRAMAN ATAU PENGAIRAN *

Penyiraman atau pengairan
bertujuan untuk menjaga agar
tanaman leci tidak layu, mengatur
temperatur tanah, melarutkan
zat-zat makanan yang diperlukan
oleh tanaman, dan menjaga
kelembapan tanah. Tanaman leci
yang berumur di bawah tiga
tahun membutuhkan cukup air,
sedangkan tanaman dewasa sudah
mampu mencari air karena
mempunyai perakaran yang dalam
dan dapat menembus air tanah.
Penyiraman (pengairan) pada
tanaman muda perlu dilakukan
secara kontinyu 1-2 kali sehari,
yaitu pada pagi dan sore hari,
terutama pada saat tidak hujan.
Penyiraman pada tanaman dewasa
secara berangsur-angsur dikurangi
atau disesuaikan dengan keadaan
pertumbuhan tanaman.
Cara penyiraman dapat dipilih
alternatifsebagai berikut:
menggunakan ember keeil. gayung,
atau gembor yang telah diisi air,
kemudian air disiramkan pada
tanah di sekitar tanaman leci
hingga cukup basah atau lembab;
mengalirkan air dari sumber
pengairan ke lokasi kebun melalui
slang plastik, kemudian disiramkan
atau disemprotkan pada tanah di
sekeliling tajuk tanaman leci; atau
mernbuat bak penampung air
(semacam roller), kemudian air
disalurkan melalui pipa atau slang
plastik ke parit-parit di sekeliling
pohon buah leci.

* PENYULAMAN *

Penyulaman bertujuan untuk
menjagan jumlah tanaman leci
persatuan luas lahan sesuai
dengan populasi yang tepat
berdasarkan perhitungan jarak
tanam.
Waiktu menyulam yang paling baik
adalah pada musim hujan agar
tanaman leci cepat menyesuaikan
diri dengan tanaman yang
ditanam terdahulu dan menjaga
aga agar tanaman tersebut tidak
mengalami kekeringan
Penyulaman dilakukan dengan cara
membongkar tanaman leci yang
tumbuh abnormal atau mati,
kemudian digantikan oleh bibit
yang sehat.
Pemasangan Mulsa
Pemberian mulsa bertujuan untuk
menjaga kestabilan kelembapan
tanah, menekan pertumbuhan
gulma, menguranggi penguapan air
dari dalam tanah, dan
menyuburkan tanah pada bidang
perakaran tanaman leci. Mulsa
yang umum digunakan adalah
jerami padi atau rumput kering.
Pemasangan mulsa dilakukan
segera setelah penanaman. Cara
memasang mulsa adalah dengan
mengliamparkan jerami padi atau
rumput kering setebal 3-5 cm,
menutup perinukaan tanah di
sekeliling tajuk tanaman leci.
Penyiangan dan Penggemburan
Tanah
Penyiangan bertujuan untuk
membersihkan gulma atau rumput
liar yang menjadi pesaing tanaman
leci dalam hal kebutuhan unsur
tiara, air, dan sinar matahari.
Balikan, gulma seringy menjadi
sarang hama dan penyakit.
Penyiangan pertama biasanya
dilakukan dua minggu setelah
tanam, sambi menggemburkan
tanah. Penyiangan berikutnya
dilakukan 1 - 2 bulan kemudian,
disesuaikan dengan pertumbuhan
leci.
Penyiangan dilakukan pada cara
membersihkan tanaman gulma yang
tumbuh di sekitar batang atau
tajuk leci, kemudian menimbunnya
pada lubang untuk dijadikan
ompos.

* PROSES PEMUPUKAN *

Pemupukan mutlak diperlukan
untuk menjamin pertumbuhan dan
produksi buah leci. Jenis pupuk
yang diberikan adalah pupuk
organik dan anorganik. Pupuk
organik dapat berupa kotoran
ternak, kompos, dan pupuk organik
khusus buatan pabrik. Pupuk
anorganik atau pupuk buatan
pabrik yang digunakan dapat
berupa pupuk tunggal, misalnya
Urea, TSP, KCI, dan pupuk
majemuk, misalnya NPK (15 – 15 –
15).
Pemupukan tanaman leci dilakukan
mengikuti face pertumbuhan
tanaman, sebagai berikut.
Pemupukan
tanaman muda
(di bawah umur
tiga tahun),
dilakukan mulai
umur sebulan
setelah tanam,
yaitu dengan 20
g Urea + 20 g
TSP + 10 g KCl/
pohon. Pemupukan
berikutnya
dilakukan pada
umur dua bulan
dengan pupuk
yang terdiri alas
20 g Urea + 20
g TSP + 10 g
KCl/pohon.
Pemupukan
berikutnya
dilakukan setiap
empat bulan
dengan
peningkatan dosis
pupuk 10-20%
dari dosis
sebelumnya.
Pemupukan
tanaman dewasa
yang telah
berbuah,
dilakukan 2-3
kali/tahun, yaitu
pada saat
tumbuh pucuk
(trubus) atau
tiga bulan
menjelang
pembungaan,
ketika buah mulai
besar, dan
selesai buah
dipanen. Jenis
dan dosis pupuk
disesuaikan
dengan umur
atau tase
pertumbuhan
tanaman leci.
Pemupukan tanaman leci dilakukan
dengan cara sebagai berikut.
Mula-mula, dibuat parit atau
larikan selebar 15-20 cm dengan
kedalaman lebill kurang 30 cm di
sekeliling tajuk tanaman, kemudian
pupuk ditaburkan secara merata
dan ditutup dengan tanah
setebal 20-30 cm. Pupuk
tersebut tidak menguap dan
dapat kontak langsung dengan air
tanah, sehingga segera dapat
dimanfaatkan oleh tanaman.
Pemupukan juga dapat dilakukan
dengan melarutkan pupuk dalam
air, misalnya 5 kg NPK dilarutkan
dalam 200 liter air, kemudian
disiramkan pada tanah di
sekeliling tajuk tanaman leci.
Takaran larutan pupuk berkisar
antara 20-30 liter per potion
atau disesuaikan dengan
pertumbuhan tanaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis dan pastikan komentar anda